Grisaia no Kajitsu Episode 7 Review


* Spoiler Alert *

Minggu kemarin kita fokus terhadap Yumiko Sakaki, kali ini kita akan fokus kepada Sachi Komine. Cerita dimulai ketika Sachi heran bahwa semua orang mulai berubah sejak kedatangan Yuuji Kazami. Setelah bertemu dengannya mereka semua menjadi lebih ceria dari sebelumnya. Hal membuat dirinya menjadi kebingungan karena ia tidak suka yang lain berubah padahal itu adalah perubahan yang bagus. Kemudian karena ajakan Makina Irusu Sachi berniat menghitung sampai 10.000 saat berendam di onsen (pemandian air panas). Namun baru sampai hitungan ribuan ia sudah pingsan dan dibawa ke kamar oleh Amane Suo. Setelah sembuh dari demam Sachi kembali ke sekolah seperti biasa. Kali ini karena permintaan Michiru Matsushima ia berniat untuk menghapuskan tes dari sekolah. Setelah itu ia lebih sering mengurung diri di kamar dan tidak menjawab panggilan dari orang lain. Sachi juga sering berkeliaran di sekolah saat malam hari untuk mencari tempat yang cocok untuk peletakan bom sehingga ia sering mengantuk saat pelajaran di kelas. Saat hari tes tiba Sachi melaksanakan rencananya untuk membom sekolah. Namun saat tombol peledak sudah ditekan semua temannya malah masuk ke dalam kelas tempat ia berada. Sachi panik dan berniat untuk menghentikan ledakan bom, namun remote control yang ia miliki tidak berfungsi dan timer bom terus berjalan. Kemudian Sachi menyuruh semuanya untuk buru – buru keluar sebelum bom meledak. Timer sudah sampai di angka 0, tetapi Michiru bingung karena bom tidak juga meledak. Setelah itu muncul Yuuji yang ingin memberitahukan peraturan asrama yang baru. Karena usulan Michiru semuanya  kembali ke asrama sedangkan Yuuji dan Sachi harus membereskan bom yang Sachi sebar dahulu. Yuuji berniat untuk meledakkan bom tersebut untuk menghilangkan barang bukti. Ia mengkamuflase ledakan dengan kembang api sehingga tidak heran jika ada suara keras seperti bom meledak. Rencana Sachi gagal dan sekolah tidak hancur karena bom miliknya itu.

      Keesokan harinya Yuuji dan Sachi pergi ke pabrik orangtua Sachi yang sudah lama tidak diurus. Saat membuka pintu bagasi pabrik ternyata di sana masih ada dekorasi untuk merayakan ulang tahun Sachi saat ia berusia 10 tahun, bersamaan dengan saat kedua orangtuanya mengalami kecelakaan. Sachi yang menduga bahwa orangtuanya membencinya mengeluarkan air mata melihat hal itu (saya senang sekali saat adegan di sini karena emosi Sachi digambarkan dengan baik). Setelah itu Sachi menjenguk ibunya yang masih koma di rumah sakit dan mulai sekarang ia akan lebih sering menjenguk ibunya karena keadaanya semakin membaik. Di perjalanan pulang ke sekolah Sachi meminta pelukan kepada Yuuji selama satu menit. Yuuji tidak menolak permintaan tersebut dan memeluknya. 

     Seperti yang ditulis di atas episode kali ini fokus terhadap Sachi. Akhirnya masa lalu heroine yang satu ini terungkap. Ternyata ia bisa dikatakan sebagai teman masa kecilnya Yuuji. Flashback mereka yang ditayangkan sekilas sudah dapat menjelaskan masa lalu mereka dengan cukup baik. Saya heran dari mana Sachi mendapatkan bahan untuk membuat bom sebanyak itu, apakah dari internet sama seperti saat Yumiko membeli pistol? Mungkin itulah yang terjadi. Adegan saat Yuuji memeluk Sachi diperlihatkan dengan sangat baik karena latarnya saat sunset sehingga keindahannya menjadi berkali – kali lipat. Sudah 3 heroine yang terungkap masa lalunya. Heroine mana lagi yang akan diungkap masa lalunya?. Kita tunggu saja di episode selanjutnya.  Sekian review kali ini. Thanks for Reading.

 Mata ne…

Rating : B+

Screenshot






















Comments

Popular Posts