Kapan terakhir menonton anime?

Postingan kali ini tidak berupa informasi, saya hanya ingin membagikan cerita mengenai diri saya sendiri yang sudah lama tidak menonton anime. Terakhir anime di muse asia yang saya tonton adalah musimnya A rank party. Itupun nontonya tidak sampai selesai, mungkin episode lima dan sekitarnya. Anime terakhir saya ingat tonton sampai habis adalah Solo Leveling Season 2 dan Dan da dan season 1. Melihat judul di atas bisa saya simpukan kira-kira terakhir seri anime yang saya tonton adalah musim dingin 2025 (winter 2025).

Artinya sudah hampir satu tahun lebih saya tidak menonton anime sama sekali. bahkan satu episode pun tidak dibuka. Padalah zaman sekarang menonton sudah lebih mudah dengan adanya anime legal gratis yang tayang di youtube ani-one indonesia dan muse indonesia. Kalau yang mau lebih pricey dan premium bisa menonton anime di crunchyroll, netflix, ataupun Bstation. Bstation awalnya sering saya gunakan sebagai aplikasi untuk nonton anime. Namun semenjak akun gratis hanya bisa menonotn resoulis 480p, saya  mundur pelan-pelan tidak lagi menggunakan aplikasi tersebut. 

Sebenarnya ada beberapa judul yang saya tertarik untuk menontonya, apalagi ada juga season kedua dari serial yang sudah pernah saya ikuti dan seharusnya secara kualitas tidak mendapatkan penurutan (OPM season 3 itu pengecualian). Saya pikir-pikir ada beberapa alasan saya sudah tidak pernah menonton anime lagi.

  • Kendala waktu
Kala sedang sibuk pekerjaan (tidak termasuk dalam membuat blog ini, karena jarang update). Terkadang mau menonton anime saja malas. Padahal sekarang media sudah lebih mudah tinggal buka hp lalu ke youtube. Tidak seperti zaman dulu menonton anime harus di laptop/pc dan download bajakannya dulu baru bisa download. Sekarang saya sudah tidak pernah download bajakan karena menggunakan channel legal dan resmi untuk menonton anime.

Seperti ini kendala yang sama didapatka oleh para gamer. Dulu main bajakan getol karena tidak bisa beli game legal. Sekarang sudah punya setup PC cangggih dan mampu beli game secara legal. Tapi waktu mainnnya tidak ada. Selain pekerjaan, sebagai kepala rumah tangga saya juga harus meluangkan waktu untuk anak dan pasangan. Sehingga waktu senggang yang tersisa sangat langka sekali untuk bisa menonton anime.
  • Tidak banyak judul anime yang menarik secara genre
Dulu, saya senang sekali serial anime seperti nisekoi (meski season 2 juga belum ditonton), bokuben, dan genre school dan slice of life lainnya. Namun makin ke sini, beberapa tokoh mc cowok remaja sangat tidak relate dengan saya dan konflik yang mereka hadapi juga tidak terlalu membuat saya tertarik untuk membaca kelanjutan dari kisahnya. Terakhir genre school of life yang saya baca adalah manga wotakoi yang saya baca di K manga

Sekarang, saya lagi senang denngan genre aksi dan isekai sehingga kalau yang diluar genre keduanya langsung saya skip. Ini membantu saya menemukan mana serial anime yang saya suka saat ini. Meskipun sudah saya filter pun, niat untuk menontonya masih minim.
  • kualitas animasi dari beberapa anime yang buruk
Meskipun genre anime yang saya tonton sesuai dengan selera saya, jika anime tersebut memiliki grafik atau animasi yang burik. Saya malas banget nontonya. Terakhir ini kasusnya ada di anime dengan judul  yami healer yang ada di youtube ani-one. Secara premis cerita sebenarnya menarik, dimana ada healer ilegal yang menyembuhkan berbagai macam penyakit dengan bayaran yang pas. Cerita dimulai karena sang MC di depak dari partnya karena dianggap tidak kompeten. Padalah tidak ada healer yang lebih jago dari dia.
Awal tayang menarik, tengah-tengah mau nonton melihat kualitas animasi yang semakin tidak jelas membuat saya belum menyelesaikan anime sampai selesai. 
  • Lebih fokus terhadap game gacha yang mengharuskan pemainnya spend time waktu harian di game tersebut
Hal ini yang merupakan dampak utama menurut saya. Karena kalau ada waktu kosong, pasti ada dorongan untuk menyelesaikan event dalam game karena memiliki waktu yang terbatas. Berbeda dengan anime yang tidak memiliki batas waktu dan bisa saya tonton kapan saja. Meskipun game gacha memiliki fitur daily energi (terbatas untuk farming material untuk level up character). Kegiatan lainnya seperti main quest maupun event juga memakan banyak waktu. Sekarang saya saja sedang  main game gacha 4 yaitu genshin impact, Honkai Star Rail, Persona 5 The Phantom X, dan Arkknight Endfield

Keempat game ini saja sudah menghabiskan banyak waktu. Biasana kalau waktu mepet saya korbanin ngak menyelesaikan event di persona 5, karena game hoyoverse adalah game utama yang tidak boleh saya lewatkan eventnya. Untuk endfield saya masih meraba-raba karena pemain newbie. Mau event pun tidak bisa dilakukan karena main questnya ketinggalan jauh dengan update terbaru. Untuk penjelasan game lebih lengkapnya nanti saya bahas di positngan berikutnya kalau saya ada mood. 
  • kurangnya komunitas membahas anime
saya sudah lama tidak join komunitas anime maupun membahas seputar anime. Karena teman-teman saya yang biasa bahas anime bareng sekarang sudah fokus meniti karir dan jarang bahas anime. Ketemuan aja jarang, gimana mau membahas anime. Solusinya mudah sih, saya tinggal join komunitas anime yang ada di online saja. seru seruan buat bahas anime. Meskipun nanti ilfil sediri kayanya ngeliat wibu wibu karbit maupun wibu covid yang sebenarnya pengetahuan animenya masih cetek namun merasa sudah menjadi suhu.
Untuk komunitas main game saya juga tidak join, tapi murid-murid saya beberapa ada yang main game gacha juga jadinya kadang jadi selingan dibahas saat materi berlangsung agar tidak terlalu tegang.

Bagaimana dengan kalian? apakah masih semangat untuk menonton anime? atau sudah mulai pudar juga jiwa otaku nya? tulis di kolom komentar kalau kalian ada alasan kenapa masih menonton anime maupun alasan kenapa sudah tidakn menonton anime. Sampai jumpa di artikel berikutnya, mata ne...

Comments

Popular Posts